Sudah hampir enam bulan sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan mengurangi sampah sejak dibatasinya akses ke TPA Piyungan pada tahun 2023 lalu. Demi mengurangi jumlah sampah di sekolah, dilakukan berbagai macam cara dan salah satunya adalah pembiasaan penggunaan wadah yang dapat digunakan kembali. Kantin sekolah menyediakan berbagai alat makan mulai dari gelas, piring, mangkuk, serta alat makan yang dapat dipinjam oleh seluruh warga sekolah. Dengan syarat, peralatan itu harus dikembalikan ke kantin setelah digunakan.
Namun, apakah seluruh warga sekolah SMA Negeri 10 sudah mengikuti aturan ini?
Realitanya, belum. Meskipun sudah diberi pengumuman melalui speaker sekolah dan grup WhatsApp angkatan, masih banyak siswa yang sering meninggalkan peralatan makan mereka di pojok tertentu sekolah. Hal ini merugikan ibu kantin yang mengaku kehilangan barang dan uang akibat aksi tidak bertanggung jawab seseorang. Mereka harus keluar uang untuk menggantikan peralatan yang hilang, juga kehilangan tenaga mencari dan mengumpulkan peralatan-peralatan tadi.
Sejauh ini pula, belum ada aksi dari sekolah selain teguran lisan atau online mengenai kejadian tersebut. Tidak ada efek jera yang diberikan kepada peminjam yang tidak bertanggung jawab, membuat kasusnya semakin lama semakin bertambah.
Tapi, apa semua orang perlu diingatkan mengenai tanggung jawab mereka? Jika seseorang terus-menerus diingatkan akan tanggung jawabnya, maka dapat memupuk kebiasaan buruk dalam orang itu.
(Aliva, jurnalis BHIPA Magz)
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!